Juni 21, 2024

bundarsatu

Portal Olahraga Ringan dan Menarik

Dituduh Provokasi Persiraja, Tim Medis PSMS : Fitnah!

3 min read
Insiden Tim Medis PSMS ribut dengan Official Persiraja Banda Aceh

Insiden Tim Medis PSMS ribut dengan Official Persiraja Banda Aceh

bundarsatu.com – Insiden pada laga Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan di Stadion Harapan Bangsa, Minggu (19/11) menjadi melebar.

Baik Persiraja maupun PSMS Medan saling merasa benar pada pertandingan tersebut.

Awalnya, PSMS Medan mengaku mendapat insiden pelemparan botol air mineral dan dugaan pemukulan terhadap salah satu pemain yakni Rachmad Hidayat.

Tidak terima dengan tuduhan tersebut, Persiraja Banda Aceh malah menuduh balik Rachmad Hidayat dan tim medis PSMS Medan menjadi biang kerok kemarahan suporter tuan rumah.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Wapres Persiraja, Yudi. Dia membantah dituduh memukul pemain PSMS Medan. Tuduhan itu tidak benar,” kata Manajer Persiraja, Ridha Mafdhul Gidong.

“Justru, Rahmat Hidayat (pemain PSMS) dan pemain PSMS lainnya yang memprovokasi penonton di tribun VIP saat berada di lorong masuk hingga pihak keamanan melerai,” kata Gidong seperti diceritakan Yudi, Wakil Presiden Persiraja.

“Saya tidak memukul pemain PSMS. Kalau memang ada video, silakan dibuktikan,” tegas Yudi.

Kemudian, pihak PSMS Medan terkhusus tim medis membantah hal tersebut.

Dokter tim PSMS Medan, M Sufi Sidabutar menjelaskan bahwa dirinyalah yang mendapatkan intimidasi dari official Persiraja.

“Di akhir babak kedua, injury time, Abdul Rochim tergeletak dekat gawang dan membutuhkan perawatan. Kami sebagai tenaga medis, dokter dan fisioterapi dipanggil wasit ke dalam lapangan. Setelah masuk (ke lapangan), Rochim disuruh bangkit, dan kehadiran kami sudah tidak diperlukan lagi,” ujar Sufi.

Dalam kronologis kejadiannya, tim medis yang sudah keburu masuk, akhirnya berlari keluar ke pinggir lapangan.

“Ketika dokter sudah menepi (ke pinggir lapangan), official Persiraja tiba-tiba mendatangi saya, menarik kaca mata. Saya pun membela diri, ambil posisi jaga diri, salah seorang official Persiraja menendang saya di bagian paha kanan, setelah itu wasit melerai. Saya tidak tahu siapa yang menendang,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *