Regulasi Liga 1 : Perlindungan Pemain Diperketat

alat untuk mendeteksi serangan jantung
alat untuk mendeteksi serangan jantung

 

bundarsatu –  Menyambut kompetisi liga 1 2018 ini, operator liga, PT. Liga Indonesia Baru (PT.LIB) memunculkan aturan baru. Salah satu aturan yang jadi perhatian utama adalah soal kewajiban setiap klub tuan rumah menyediakan mobil ambulance dan automated external defibrillator (AED).

AED yang disebut terakhir adalah alat stimulator detak jantung portabel menggunakan listrik tegangan tinggi untuk memulihkan korban cardiac arrest akibat serangan jantung dan lainnya.

Cardiac arrest  adalah kehilangan kesadaran dan kemampuan bernafas normal akibat gangguan eletrikal pada jantung sehingga menyebabkan pompaan aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh terganggu.

Aturan baru ini bercermin pada insiden liga 1 musim lalu, di mana jatuh korban Choirul Huda, kiper Persela Lamongan. Aturan ini pun akan di efektifkan dengan di masukkan ke dalam pasal 48 ayat 6.

” Kalau klub tuan rumahtidak bisa menyediakan dua komponen tersebut, maka dinyatakan kalah 0-3. AED diletakkan di meja offisial pertandingan. Denda yang melanggar ialah Rp.50 Juta,” kata Tigorshalom Boboy, Chief Operating Officer (COO) PT LIB, sebagaima di kutip dari Bola.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *