Beri Waktu Buat Luis Milla

bundarsatu – Luis Milla, pelatih timnas Indonesia gagal memenuhi target Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meraih emas di Sea Games 2017.

 

Skuad asuhan Luis Milla harus mengakui keunggulan tuan rumah Malaysia dengan skor 1-0 pada laga yang berlangsung pada beberapa waktu yang lalu. Sejatinya, pada laga itu, permainan Evan Dimas dkk mendominasi permainan.

 

Sejujurnya, pencapaian yang diraih timnas Indonesia pada Sea Games 2017 nantinya, tidak bisa menjadi acuan berhasil atau gagalnya pelatih asal Spanol tersebut menangani timnas Indonesia.

 

Kenapa? Ada dua poin mengapa hasil dari Sea Games tidak bisa di jadikan sebagai acuan berhasil atau gagalnya Luis Milla menangani timnas Indonesia.

 

Pertama, mantan gelandang Barcelona dan Real Madrid tersebut belum setahun berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia. Ia ditunjuk PSSI pada akhir Januari 2017.

Luis Milla bersama anak asuhannya di timnas INDONESIA u-22

Luis Milla juga baru menggelar latihan pertama pada akhir Februari 2017. Baru sebulan menggelar latihan, timnya menggelar uji coba yang menjadi laga debut buatnya. Sayangnya, laga debutnya mengecewakan. Melawan Myanmar di Stadion Pakansari, skud yang diisi oleh pemain U-22 tersebut kalah 1-3.

 

Yang kedua, program kerja Luis Milla dibilang tidak berjalan sesuai dengan rencananya. Beberapa rencana uji coba dan pemusatan latihan seperti ke Spanyol tidak terlaksana.

 

Setelah itu, tim asuhan Luis Milla juga hanya mencatatkan 5 pertandingan  sebelum berlaga di Sea Games 2017. 5 laga tersebut tersebut kiprah di Kualifikasi Piala Asia U-23 di Bangkok, Thailand.

 

Bandingkan dengan Thailand U-22 sebelum Sea Games, mereka telah melakukan 8 pertandingan. Tentu dari segi permainan tim, skuad Gajah Putih mudah lebih kompak dan saling mengenal.

Lihat juga persiapan dari tim Malaysia yang berhasil mengalahkan Indonesia di Semifinal. Tim Harimau Malaya muda tersebut telah menjalani 11 pertandingan.

 

Memang, jumlah pertandingan uji coba tidak menjadi jaminan di Sea Games. Namun tentu akan mempengaruhi permainan tim dalam menerapkan strategy yang di tetapkan sang arsitek.

 

Sejujurnya, permainan timnas Indonesia di bawah asuhan Luis Milla mulai menujukkan grafik meningkat. Sebut saja penampilan dari sang kiper.

 

Penampilan gemilang penjaga gawang tentu tidak lepas dari peran Luis Milla dan staffnya.

 

Lihat juga pemain lainnya yang menujukkan permainan terbaiknya kala di percaya tampil pada setiap pertandingan.

 

Kita memang tidak melihat melihat permainan garuda muda seperti pemainan sepak bola Spanyol, tempat asalnya.

 

Namun, di  bawah Luis Milla, ia dapat memaksimalkan potensi setiap pemain-pemain muda Indonesia. Pelatih asal Spanyol tersebut sepertinya paham potensi yang ada di skuad garuda muda. Pemain seperti Yabes Roni, misalnya, dia dapat tahu potensi dari sang pemain tersebut.

 

Luis Milla tentunya mempunyai waktu yang lebih banyak setelah Sea Games apapun hasilnya, untuk menemukan potensi-potensi lain yang ada di Garuda Muda.

 

Selesaikan Sea Games 2017 dengan meraih Perunggu, serta mulai kembali mencari dan terus mengembangkan potensi pemain yang ada, bukan tidak mungkin, Luis Milla dapat membuat Timnas Indonesia bisa jauh lebih baik.

 

Sebagai masyarakat baik pecinta sepak bola maupun hanya warga Indonesia yang biasa, dapat menaruh Harapan dan kepercayaan pada Luis Milla untuk membuat timnas Indonesia lebih baik lagi ke depannya usai gelaran Sea Games 2017.

 

Asian Games 2018 dan gelaran lain telah menanti untuk di hadapi bersama. Semoga program kerja yang telah di canangkan dapat berjalan baik untuk hasil yang lebih baik.

 

Kabar terbaru, PSSI tetap mempertahankan Luis Milla, meski di Sea Games 2017 ia gagal meraih emas untuk Indonesia di cabang olahraga Sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *